Thursday, 26 September 2019 13:10

Tak Bisa Diadu Domba, Pemuda Lintas Agama Banyuwangi Kembali Berkemah

Written by
Rate this item
(1 Vote)
Kegiatan Outdoor Kegiatan Outdoor Ardian Fanani

Banyuwangi - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi menggelar Kemah Pemuda Lintas Agama. Kemah yang diikuti anak-anak muda dari berbagai agama mengambil tema "Merajut Kemajemukan dalam Jalinan Persaudaraan Sesama Anak Negeri".

"Kami baru saja menggelar kemah pemuda lintas agama. Kemah ini kami gelar rutin setiap tahun sejak lima tahun lalu untuk membangun persaudaraan di antara anak-anak muda. Meskipun berbeda keyakinan, kita tanamkan tidak boleh saling menghina dan membenci," ujar Ketua FKUB Banyuwangi KH. Muhammad Yamin saat dihubungi detikcom, Kamis (29/8/2019).

Kemah Pemuda Lintas Agama tersebut, imbuh dia, digelar di Rumah Edukasi Griya Ekologi, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro.

Menurut dia, kemah tersebut efektif untuk menguatkan kembali konsep toleransi dan kegotongroyongan di antara para pemuda dari berbagai latar agama. Dengan kebersamaan, adu domba dan provokasi tidak akan mempan memecah kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi.

"Jika sering bertemu, maka akan terbangun komunikasi. Dengan komunikasi itu, diharapkan timbul kebersamaan dan rasa saling menghormati," ungkap kiai lulusan universitas di Baghdad, Irak, tersebut.

Kiai Yamin menambahkan, tiap penyelenggaraannya, kemah pemuda lintas agama mengusung bahasan tema yang berbeda. "Tahun ini kami mengangkat tema keberlanjutan lingkungan, setelah sebelumnya mengangkat tema lainnya, seperti entrepreneurship dan sebagainya," jelasnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas gembira dengan kekompakan anak-anak muda lintas agama di Banyuwangi.

"Pemahaman saling menghargai, merayakan perbedaan, perlu dibangun di kalangan anak-anak muda. Konsep kemah bersama bagus, karena kebersamaan dibangun secara informal, bukan melalui pertemuan-pertemuan formal yang seringkali kaku," ujarnya.

"Anak-anak muda lintas agama ini harus tumbuh sebagai generasi yang tidak suka saling membenci," imbuh Anas.

Anas juga berharap bahasan tema tahun ini terkait keberlanjutan lingkungan bisa disebarluaskan di rumah-rumah ibadah oleh para anak muda tersebut. "Misalnya soal sampah plastik. Harus ada kepedulian bersama," pungkasnya.

Read 690 times

1 comment

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.